LOADING0

PANCA PRASETYA

Cita – cita, Janji dan Norma Dasar

  • VISI – SMA Kebangsaan adalah :
    • Menjadi tempat persemaian terbaik bagi calon pemimpin berwawasan kebangsaan yang mampu memadukan iman, ilmu, dan amal.
  • MISI – SMA Kebangsaan adalah :
    1. Membangun generasi muda Indonesia sebagai calon kader pembangunan bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, kreatif, dan inovatif yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
    2. Mambangun generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, kejuangan, kearifan lokal, dan kebudayaan nasional
    3. Mengembangkan lembaga pendidikan unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat, bangsa, negara dan agama
    4. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan
    5. Menghasilkan lulusan berkualitas tinggi secara akademik, kepribadian, dan kesamaptaan jasmani, yang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun tingkat internasional.
  • Panca Prasetya Siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan adalah :

    Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kami siswa SMA Kebangsaan berjanji :

    1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahas Esa.
    2. Setia kepada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
      Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,
      Setia kepada Pancasila dan UUD 1945, serta
      Menjunjung tinggi Sumpah Pemuda dan Bhinneka Tunggal Ika.
    3. Berkepribadian mandiri dan berjiwa merdeka,
      Memegang teguh disiplin, persatuan dan kesatuan, serta
      Menjunjung tinggi kode kehormatan siswa, dan perdupsis.
    4. Berupaya keras untuk berprestasi tinggi dan berkompetisi, serta bersedia menyerahkan seluruh jiwa raga, bagi cita-cita dan perjuangan bangsa Indonesia.
    5. Siap belajar berlatih dengan sungguh-sungguh, menjaga kesamaptaan jasmani dan akhlak mulia, mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan, serta dimanapun berada memberikan karya terbaik, bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
  • Kode Kehormatan Siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan adalah :
    1. Menjunjung Tinggi Panca Prasetya Siswa
    2. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
    3. Hormat dan Patuh kepada Pimpinan, Guru, dan Karyawan
    4. Hormat dan Patuh kepada Pimpinan Negara dan segala Peraturan Perundangan yang berlaku
    5. Pantang menyontek dan bekerja sama sewaktu ulangan/ujian.
    6. Pantang menipu dan berbohong
    7. Pantang mencuri dan berbuat kriminal
    8. Pantang berkelahi dan bertindak kekerasan
    9. Pantang berbuat asusila dan pornografi
    10. Pantang merokok, minum-minuman keras, mabuk, narkoba, dan obat-obatan terlarang lainnya.
  • PENJELASAN :
    • Kode Kehormatan adalah Sistem Nilai dan Norma Dasar yang menempati kedudukan tertinggi dalam sistem peraturan dan mengikat seluruh warga SMA Kebangsaan, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan beserta keluarganya sampai dengan seluruh siswa.
    • Jika Kode Kehormatan ini dilanggar, sanksinya sangat berat, yaitu meninggalkan Kampus SMA Kebangsaan (dikeluarkan) dengan atau tanpa peringatan terlebih dahulu.

Pemberitahuan

  • Kedudukan sebagai siswa SMA Kebangsaan adalah kehormatan yang harus senantiasa dijaga harkat dan martabatnya, sehingga setiap siswa wajib menjaga nama baik SMA Kebangsaan dimanapun berada.
    • Siswa dapat diberhentikn dalam masa pendidikan apabila :
      1. Meninggal dunia.
      2. Mengalami cacat badan/ingatan/berada dalam keadaan sakit, sehingga tidak mapu lagi meneruskan pendidikan berdasarkan keterangan dokter.
      3. Tidak naik kelas.
      4. Mengundurkan diri.
      5. Melakukan pelanggaran berat (melanggar Kode Kehormatan Siswa).
  • Siswa yang telah diterima, namun dikemudian hari ternyata tidak memenuhi persyaratan secara administrative sebagai siswa SMA Kebangsaan, dapat dibatalkan haknya menjadi siswa SMA Kebangsaan atas keputusan Yayasan/Kepala Sekolah.

Ketentuan Tambahan

  • Tentang Larangan

    Selama masih menjadi siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan, dalam kegiatan sehari-hari di sekolah maupun di luar kampus setiap siswa dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :

    1. Semua siswa laki-laki dilarang berambut gondrong, memelihara kumis, cambang, dan jenggot. Potongan rambut tidak aneh-aneh, tetapi wajar dengan ukuran dari bawah ke atas adalah 0-1-3 cm.
    2. Semua siswa laki-laki dilarang memakai kalung, anting, gelang, menindik hidung, lidah, telinga, pierchehing, bertato, berkuku panjang, dan mengecat rambut.
    3. Dilarang membawa rokok/merokok, membawa minum-minuman keras/mabuk, mengedarkan dan mengkonsumsi narkotika, obat psikotropika, dan obat terlarang lainnya.
    4. Dilarang berkelahi dan bertindak kekerasan, baik perseorangan maupun kelompok di lingkungan sekolah/asrama maupun diluar sekolah. Pelanggaran terhadap perkelahian/kekerasan antar siswa/sekolah dapat dikeluarkan dari sekolah.
    5. Dilarang berpacaran dan berbuat asusila, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah SMA Kebangsaan.
    6. Dilarang mencontek, menipu, dan berbohong, serta bekerja sama sewaktu ulangan/ujian.
    7. Dilarang merusak/mencoret dinding bangunan, sarana prasarana milik sekolah.
    8. Dilarang berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesame siswa atau warga sekolah dengan kata, sapaan, atau panggilan yang tidak senonoh/tidak menyenangkan.
    9. Dilarang membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan sekolah, seperti senjata tajam, mainan dalam bentuk apapun, alat-alat komunikasi (HP,HT), alat-alat hiburan, alat-alat pemanasan, alat-alat lain yang membahayakan keselamatan orang lain/mengganggu KBM.
    10. Dilarang membawa, membaca, melihat, atau mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio atau video pornografi.
    11. Dilarang membawa kartu dan bermain judi, baik di lingkungan sekolah/asrama, maupun di luar sekolah/asrama.
    12. Dilarang melakukan pencurian dan perbuatan kriminal lainnya, atau memindah-tangankan barang milik sekolah/asrama/orang lain atau yang bukan miliknya.
    13. Barang – barang yang dilarang tetapi dibawa ke sekolah/asrama akan disita oleh pihak sekolah. Jika barang-barang yang dibawa adalah barang yang berbahaya akan dimusnahkan.
    14. Selama berada di sekolah/asrama, siswa dilarang pinjam dan mengendarai motor/mobil, baik sendirian maupun berkelompok.
    15. Dilarang memberitakan/mengkomunikasikan kejadian atau keadaan SMA Kebangsaan yang yang kurang baik/belum jelas kepada orang tua atau pihak lain.
  • Kehilangan / Menemukan Barang
    • Siswa yang kehilangan barang harus melapor kepada petugas piket/guru kelas/wali kelas, dan guru/wali kelas berkewajiban untuk menindak lanjuti laporan tersebut dengan cara mencari /menggeledah tas/siswa dalam kelas tersebut.
    • Siswa yang menemukan barang milik orang lain wajib menyerahkan kepada guru kelas/ BK/ Piket, kemudian menindak lanjuti dengan memberikan penghargaan (dicatat) kepada siswa tersebut.
    • Barang yang ditemukan tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya, akan disimpan oleh sekolah atau diberikan kepada pihak lain yang memerlukan.
  • Menyimpan Barang /Tas dan Perlengkapan Lain
    1. Siswa wajib menyimpan barang-barangnya/tas dan perlengkapan lain dalam loker/almari kemudian menguncinya.
    2. Dalam hal penggunakan loker harus/almari harus dilakukan secara hati-hati, jika terjadi kerusakan akibat kecerobohan maka siswa wajib untuk mengganti.
    3. Barang-barang dan buku-buku/perlengkapan belajar harus ditata yang rapid an dijaga kebersihannya.
    4. Setelah kenaikan kelas/kelulusan, buku-buku milik sekolah harus dikembalikan ke sekolah.
  • Kerusakan Barang / Fasilitas Sekolah
    1. Siswa harus berhati-hati menggunakan seluruh fasilitas/barang milik sekolah/asrama.
    2. Jika terdapat barang/alat/fasilitas sekolah (loker, meja, kursi, alat-alat laboratorium, komputer, alat music, dan fasilitas lainnya) yang rusak akibat sengaja maupun tidak karena kecerobohan siswa, maka siswa wajib mengganti kerusakan tersebut.
    3. Jika ada siswa yang mencoret-coret dinding, meja, kursi, atau fasilitas sekolah lainnya, maka siswa wajib untuk membersihkan/memperbaiki sesuai dengan aslinya.

Pelanggaran dan Sanksi (Umum)

    1. siswa yang melakukan pelanggaran selain dari perbuatan yang masuk pelanggaran Kode Kehormatan Siswa dan pelanggaran berat, diberi hukuman yang bersifat edukatif.
    2. Pelanggaran dapat berupa pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tertulis atau tidak tertulis yang ditetapkan oleh Yayasan dan sekolah, maupun terhadap norma-norma yang berlaku umum yaitu segala sesuatu yang tidak boleh terjadi dalam kehidupan siswa SMA Kebangsaan.
    3. Sanksi diberikan secara bertingkat, yaitu berupa :
    4. Teguran (lisan dan tertulis)
    5. Tindakan disiplin
    6. Hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku
    7. Teguran berbentuk pernyataan kesalahan dikuti nasehat, pengarahan, perbaikan, atau bimbingan sebagai bagian dari upaya saling asah, saling asuh, dan saling asih.
    8. Pemberian teguran harus bersifat edukatif dan merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin siswa.
    9. Siswa yang boleh memberikan teguran adalah siswa abang/kakak kelas kepada siswa adik kelas, pejabat OSIS, dan siswa yang menjalankan dinas, wajib melapor kepada ketua kelas dan ketua graha.
    10. Siswa yang mendapat teguran dari siswa abang/kakak kelas, pejabat OSIS, atau siswa yang sedang menjalankan dinas, wajib melapor kepada ketua kelas dan ketua graha.
    11. Teguran dapat diberikan oleh pengurus sekolah, pamong pengajar pengasuh, wali kelas, wali graha, dan pamong administrasi.
    12. Tindakan disiplin dapat diberikan oleh pengurus sekolah, pamong pengajar pengasuh, wali kelas, wali graha, dan para pengasuh/Pembina lainnya.
    13. Hukuman diberikan oleh Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan.
    14. Semua sanksi dilaporkan kepada pengurus sekolah, wali kelas, wali graha, dan pamong BP.
    15. Tindakan atau perbuatan yang berbentuk kekerasan, ucapan, atau tindakan kasar, tindakan fisik maupun non fisik yang merendahkan martabatnya, pelecehan, atau pemberian tindakan yang diluar batas kemampuan, dilarang dan tidak boleh terjadi.

Pelanggaran dan Sanksi (Khusus)

    1. Siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib dan tata krama atau Kode Kehormatan Siswa di lingkungan SMA Kebangsaan Lampung Selatan, dikenakan sanksi sebagai berikut :
      1. Teguran lisan atau tertulis, apabila pelanggarannya ringan.
      2. Hukuman (bukan hukuman fisik/kekerasan), apabila pelanggarannya sedang.
      3. Pemanggilan orang tua dan membuat surat pernyataan, apabila sudah diperingatkan tetapi tidak ada upaya menunjukan kebaikan.
      4. Siswa dikeluarkan dari SMA Kebangsaan dan dikembalikan kepada orang tua/wali.
    2. Siswa yang melakukan pelanggaran akan diberikan peringatan secara lisan, apabila pelanggarannya ringan dan akan didokumentasikan oleh guru piket/wali kelas/guru BK/ wakil kesiswaan/Kepala Sekolah.
    3. Siswa yang melakukan pelanggaran berulang-ulang, orang tua/wali murid akan dipanggil menghadap wali kelas/guru BK/wakil kesiswaan/Kepala Sekolah guna mencari solusi pemecahannya.
    4. Apabila pelanggarannya sedang maka siswa akan dikenai skorsing atau tindakan tertentu selama waktu yang ditentukan kemudian, sesuai dengan tingkat pelanggarannya, dan membuat surat pernyataan.
    5. Siswa yang sering melanggar tata tertib dana tata krama SMA Kebangsaan Lampung Selatan dan sudah melalui tahapan peringatan/skorsing yang berulang-ulang untuk pekanggaran ringan/sedang, maka akan mendapat sanksi dikeluarkan/tidak naik kelas/tidak lulus/tidak diakui sebagai alumni SMA Kebangsaan.
    6. Apabila siswa melakukan pelanggaran terus-menerus dan sudah diperingatkan sampai dengan pelaksanaan skorsing, tetapi masih diulangi lagi untuk kategori pelanggaran sedang/berat, maka orang tua/ wali murid akan dipanggil menghadap wali kelas/guru BK/Wakil Kesiswaan/Kepala Sekolah untuk membawa pulang (menarik kembali) siswa tersebut untuk dipindahkan ke sekolah lain.
    7. Dimungkinkan siswa langsung dikembalikan kepada orang tua/wali murid walaupun baru sekali melakukan pelangaran, dikarenakan pelanggaran yang dilakukan tergolong berat/tindakan kriminal (melanggar Kode Kehormatan Siswa) atau melanggar Undang-Undang /hukum negara